Banner BAPETEN
BAPETEN Tingkatkan Pemahaman Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dan Manajemen Risiko Melalui Bimbingan Teknis
Kembali     14 Juli 2026 | Berita BAPETEN | 20 lihat

Biro Perencanaan, Informasi, dan Keuangan (BPIK) BAPETEN menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Mandiri Maturitas SPIP Terintegrasi dan Manajemen Risiko pada hari Selasa, 14 Juli 2026 di Auditoritum Lantai 8 Gedung B BAPETEN. Kegiatan ini diikuti oleh para asesor dan pelaksana SPIP dan Manajemen Risiko yang berasal dari berbagai unit kerja sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi SPIP Terintegrasi dan manajemen risiko di lingkungan BAPETEN.

Kegiatan dibuka oleh Plt.Kepala BPIK Andi Hartanto yang menyampaikan bahwa SPIP dan Manajemen Risiko merupakan instrumen evaluasi tingkat kematangan organisasi dalam mengukur efektivitas pencapaian sasaran strategis. Melalui penerapan yang baik, organisasi diharapkan mampu menjalankan proses kerja secara lebih efektif, efisien, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Senada dengan hal tersebut, dalam sambutannya, Kepala Inspektorat Achmad Bussamah menegaskan peran ganda SPIP. Selain sebagai sistem pengendalian pencapaian tujuan organisasi, SPIP juga berfungsi meningkatkan kualitas tata Kelola serta keandalan laporan keuangan. Beliau juga menyampaikan bahwa nilai SPIP Terintegrasi BAPETEN meningkat dari 3,397 pada tahun 2023 menjadi 3,399 pada tahun 2024. Meskipun peningkatannya belum signifikan, capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan yang perlu terus ditingkatkan hingga mencapai level yang lebih tinggi.

Agenda utama Bimtek diisi oleh dua narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pembicara pertama, Tri Wahyono, menjelaskan bahwa implementasi SPIP dilakukan melalui 4 (empat) aspek utama yaitu integrasi, pencegahan, deteksi, dan respons risiko. Menurutnya, pengendalian harus dibangun sejak awal melalui kebijakan yang jelas, pembagian tugas yang tepat, serta internalisasi kepada seluruh pegawai, bukan sekadar menunggu masalah muncul.

Beliau juga menjelaskan bahwa implementasi SPIP dinilai berdasarkan tingkat kematangannya. Pada level awal, organisasi diharapkan telah memiliki kebijakan dan dokumentasi yang memadai sebagai bukti penerapan. Selanjutnya, pada level yang lebih tinggi, pengendalian harus disertai evaluasi, umpan balik, hingga akhirnya menjadi budaya kerja yang berkelanjutan.

Selanjutnya, narasumber kedua, Hadi Susanto menyampaikan materi mengenai implementasi SPIP Terintegrasi yang mencakup penetapan tujuan, struktur dan proses pengendalian, pencapaian tujuan organisasi, serta penerapan manajemen risiko yang terintegrasi dengan proses bisnis. Selain itu, dipaparkan pula hasil penilaian mandiri SPIP BAPETEN beserta area yang masih perlu ditingkatkan, antara lain penguatan indikator kinerja yang berorientasi hasil, penerapan manajemen risiko, aktivitas pengendalian, dan upaya pencegahan korupsi sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para asesor dan pelaksana dari SPIP dan Manajemen Risiko memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi SPIP Terintegrasi dan Manajemen Risiko sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas tata kelola, memperkuat pengendalian intern, serta mendorong peningkatan maturitas SPIP BAPETEN secara berkelanjutan. (BPIK/Alam/BHKK/Ra)


Komentar (0)


BAPETEN Link

mkananmenu_2024-02-26-145126.png
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2024-05-15-171035.jpeg
mkananmenu_2026-05-10-232514.png

Feedback

GPR Kominfo

Memuat berita GPR Kominfo...

Video

International Links