Banner BAPETEN
BAPETEN Selenggarakan Seminar Keselamatan Radiasi pada Paparan Medik (SEKARPADI) 2026
Kembali     02 September 2026 | Berita BAPETEN | 29 lihat

BAPETEN melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) menyelenggarakan Seminar Keselamatan Radiasi pada Paparan Medik (SEKARPADI) Tahun 2026 secara daring, pada Rabu, 2 September 2026. Mengusung tema “Penguatan Pengawasan Keselamatan Radiasi Paparan Medik Berbasis Risiko dan Data Dosis”, seminar ini menjadi wadah bagi regulator, tenaga kesehatan, akademisi, dan praktisi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi dalam memperkuat keselamatan radiasi pada pelayanan kesehatan.

Acara dibuka dengan sambutan Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir BAPETEN, Haendra Subekti, yang menyampaikan pentingnya penguatan pengawasan keselamatan radiasi pada paparan medik berbasis risiko dan data dosis. Haendra menjelaskan pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan setiap paparan radiasi memberikan manfaat klinis yang optimal dengan dosis yang tepat dan risiko yang dapat dikelola. “Keselamatan radiasi dan kesehatan adalah hak pasien, namun juga menjadi kewajiban kita bersama,” ujar Haendra. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BAPETEN, Kementerian Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan tenaga profesional dalam meningkatkan keselamatan pasien serta membangun kebijakan keselamatan radiasi berbasis bukti (evidence-based policy).

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sidang pleno yang menghadirkan tiga pemateri. Sesi pertama menghadirkan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, yang menyampaikan materi “Penguatan Pengawasan Keselamatan Radiasi Paparan Medik dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional” dengan moderator Pengawas Radiasi Ahli Madya BAPETEN, Endang Kunarsih. Selanjutnya, President Southeast Asia Federation of Organizations for Medical Physics (SEAFOMP), Prof. Supriyanto A Pawiro, membahas “Peran Tenaga Profesional dalam Penerapan Keselamatan Radiasi Berbasis Risiko pada Paparan Medik”. Sesi pleno ditutup dengan pemaparan Professor Yongsu Yoon dari Department of Radiologic Science, Dongseo University, Korea Selatan, melalui materi “The Need for Routine Verification of Radiation Exposure Measurements in Radiation Rooms: An Empirical Study in South Korea”, yang dimoderatori oleh Pengawas Radiasi Ahli Muda BAPETEN, Ida Bagus Gede Putra Pratama. Ketiga sesi tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta.

Seminar dilanjutkan dengan Presentasi Makalah Paralel yang diikuti oleh 15 pemakalah oral. Berbagai hasil penelitian dan kajian dipresentasikan untuk memperkaya pembahasan mengenai keselamatan radiasi pada paparan medik, mulai dari pengukuran dan optimasi dosis, Diagnostic Reference Level (DRL), CT Scan, radiologi intervensi, kedokteran nuklir, hingga pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial dalam pemantauan dosis radiasi.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman penyaji makalah terbaik serta penutupan oleh Kepala P2STPFRZR, Dedik Eko Sumargo. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan dalam memperkuat penerapan keselamatan radiasi pada pelayanan kesehatan di Indonesia. [BHKK/OR]


Komentar (0)


Tautan BAPETEN

mkananmenu_2024-02-26-145126.png
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2024-05-15-171035.jpeg
mkananmenu_2026-05-10-232514.png

Feedback

GPR Kominfo

Memuat berita GPR Kominfo...

Video

Tautan Internasional