BAPETEN Hadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Strategic Trade Management di Indonesia
Kembali 01 September 2026 | Berita BAPETEN | 25 lihatBAPETEN menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Strategic Trade Management (STM) di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kedeputian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, pada Selasa, 1 September 2026. Rapat yang berlangsung di Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kemenko Perekonomian, Jakarta, ini dihadiri oleh perwakilan dari 18 kementerian dan lembaga terkait.
Dari pihak BAPETEN, dipimpin langsung oleh Plt. Kepala BAPETEN Zainal Arifin, didampingi oleh Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Haendra Subekti, Sekretaris Utama Mohammad Ridwan, Direktur Pengaturan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Mukhlisin, serta jajaran staf teknis terkait.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam perumusan dan penguatan tata kelola STM di Indonesia guna mendukung rantai pasok global yang aman, patuh, serta berdaya saing. Pembahasan berfokus pada penyusunan kerangka kerja dan implementasi STM di Indonesia.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut antara lain: penyusunan payung hukum tata kelola ekspor barang dwiguna (dual-use items) sebagai landasan pelaksanaan STM di Indonesia; penetapan pembagian peran dan mekanisme koordinasi antarkementerian/lembaga melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) STM; pelaksanaan sosialisasi dan pelibatan aktif dunia usaha dalam pengembangan serta implementasi STM, pengaturan mekanisme kerja sama dengan mitra internasional agar selaras dengan kebutuhan dan kepentingan nasional Indonesia; serta kesiapan penyelenggaraan Southeast Asia Forum on Export Control (SEAFEC) pada 15-16 September 2026, baik dari segi substansi maupun koordinasi antarkementerian/lembaga (K/L).
Masing-masing K/L telah menyampaikan pandangannya terkait dengan STM sesuai dengan lingkup atau kewenangannya. STM dilakukan untuk kepentingan nasional dengan pembangunan sistem dan infrastruktur yang memberikan manfaat dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia.









Komentar (0)