BAPETEN dan NNSA Perkuat Pengembangan SDM untuk Mendukung Keamanan Nuklir di Indonesia
Kembali 31 Agustus 2026 | Berita BAPETEN | 38 lihatJakarta, 31 Agustus 2026 – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bersama National Nuclear Security Administration (NNSA) dan International Nuclear Security (INS) menyelenggarakan National Workshop on Human Resource Development (HRD) for Nuclear Security di J.W. Marriott Hotel Jakarta, Senin (31/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 31 Agustus hingga 3 September 2026, berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung keamanan nuklir, khususnya dalam menghadapi program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapan SDM yang memiliki kompetensi di bidang keamanan nuklir. Melalui workshop ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai perencanaan, pengelolaan, serta pengembangan kebutuhan SDM yang mengacu pada standar International Atomic Energy Agency (IAEA) maupun standar relevan lainnya.
Pembukaan workshop diawali dengan sambutan dari perwakilan NNSA, Ms. Suzanne Holcom, yang menekankan pentingnya aspek SDM dalam mendukung keamanan di industri nuklir. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan aspek keamanan dapat berjalan secara efektif seiring dengan perkembangan pemanfaatan tenaga nuklir.
Dalam workshop tersebut, NNSA menghadirkan sejumlah pakar di bidang perencanaan dan pengelolaan SDM dari Technical and Scientific Organizations (TSO) di bawah U.S. Department of Energy. Para pakar yang hadir yaitu Matthew Nicholas Moliterno (SNL), Haley Rae Norris (SNL), dan Giuliana O’Donnell (ORNL). Kehadiran para pakar diharapkan dapat memberikan perspektif dan pengalaman internasional kepada peserta dalam mengembangkan sistem pengelolaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan keamanan nuklir. Workshop kemudian dibuka secara resmi oleh Sekretaris Utama BAPETEN, Muhammad Ridwan. Dalam sambutannya, Muhammad Ridwan menyampaikan bahwa perencanaan strategis SDM merupakan aspek fundamental dalam membangun kesiapan organisasi dan sistem keamanan nuklir. “Perencanaan strategis sumber daya manusia memungkinkan kita untuk mengantisipasi kebutuhan kompetensi di masa depan, mengatasi kesenjangan kompetensi, memastikan keberlanjutan keahlian, serta mempersiapkan orang yang tepat untuk tanggung jawab yang tepat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Ridwan menegaskan bahwa keamanan nuklir merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan sinergi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, badan intelijen, sektor pertahanan, penegak hukum, sektor energi, lembaga penelitian, kalangan akademisi, hingga institusi terkait lainnya.
Workshop ini diikuti oleh 29 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga, institusi pendidikan, badan usaha, serta unit kerja di lingkungan BAPETEN yang memiliki keterkaitan dengan aspek keamanan nuklir. Peserta berasal antara lain dari Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, Badan Intelijen Negara, Kepolisian RI, BRIN, PLN, Universitas Pertahanan, Institut Teknologi PLN, serta sejumlah unit kerja BAPETEN, yaitu BOU, Balai Diklat, P2STPIBN, DP2IBN, DI2BN, DPIBN, dan DKKN.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan berbagai materi yang mencakup Pengembangan SDM Keamanan Nuklir, Pengelolaan Pengetahuan, Pendekatan Sistematis untuk Pelatihan, Analisis Kebutuhan Pelatihan, Analisis Tugas Pokok dan Fungsi, serta Dampak Ekonomi dan Pengembangan dan Implementasi Pendidikan atau Pelatihan.
Metode pembelajaran dalam workshop tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi oleh para pakar, tetapi juga dilengkapi dengan diskusi, studi kasus, dan latihan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan kemampuan praktis dalam melakukan perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan SDM di bidang keamanan nuklir.
Melalui pelaksanaan National Workshop on Human Resource Development (HRD) for Nuclear Security, BAPETEN bersama NNSA dan INS diharapkan dapat memperkuat kapasitas SDM nasional serta membangun kesiapan kompetensi yang diperlukan dalam menghadapi perkembangan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Penguatan SDM tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan terselenggaranya keamanan nuklir secara berkelanjutan dan mendukung pembangunan PLTN di Indonesia.(BHKK/CD/BDL/RA)













Komentar (0)