Tingkatkan Pengawasan Dosis Pekerja Radiasi, DIIBN BAPETEN Gelar Uji Coba Balis PENDORA 2.0
Kembali 01 Juli 2026 | Berita BAPETEN | 29 lihatDalam upaya terus meningkatkan efektivitas dan akurasi pengawasan keselamatan pekerja radiasi, Direktorat Inspeksi Instalasi dan Bahan Nuklir (DIIBN) BAPETEN menyelenggarakan kegiatan Uji Coba Aplikasi Balis PENDORA 2.0 pada Rabu (01/07) di Auditorium Kantor BAPETEN, Jakarta. Acara dihadiri oleh admin dan operator PENDORA dari 5 (lima) Laboratorium Dosimetri (Labdos) yang berbasis di Jakarta, perwakilan dari berbagai instansi pemegang izin pemanfaatan tenaga nuklir, serta perwakilan dari unit kerja Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat radioaktif (DPFRZR), Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN), dan Direktorat Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DIFRZR).
Acara dibuka secara resmi oleh Plh. Direktur DIIBN, Rizal Palapa. Dalam sambutannya, Rizal menekankan pentingnya peran BAPETEN dalam menjamin keselamatan para pekerja radiasi di Indonesia. "Salah satu tugas utama BAPETEN adalah mengawasi keselamatan pekerja radiasi, dan rekapitulasi dosis pekerja merupakan bagian krusial dari pengawasan tersebut. PENDORA yang selama ini menjadi pilar sistem pengawasan dosis pekerja radiasi terus kita kembangkan secara berkelanjutan agar menjadi lebih baik, mutakhir, dan mudah digunakan, sehingga hasil pengawasan ke depan akan jauh lebih akurat".
Selanjutnya, pemaparan komprehensif mengenai Pengembangan PENDORA 2.0 yang disampaikan oleh Pengelola Kegiatan Kelompok Fungsi Evaluasi Dosis dan Lingkungan (KFEDL) Rini Suryanti. Dalam presentasinya, Rini mengupas tuntas latar belakang di balik pembaruan sistem ini serta menjabarkan berbagai tahapan pengembangan yang telah dan akan dilakukan demi mencapai performa sistem yang optimal.
Puncak acara diisi dengan simulasi dan uji coba langsung aplikasi Balis PENDORA 2.0 yang dipandu oleh Sukanta selaku perwakilan dari tim Kelompok Fungsi Data dan Informasi (KFDI) BPIK. Proses uji coba dirancang menyerupai alur kerja sebenarnya, dimulai dari skenario pemegang izin yang mengajukan permohonan evaluasi dosis melalui sistem Balis Perizinan 2.5, yang kemudian diteruskan dengan proses penginputan data dosis oleh masing-masing Labdos pada akun PENDORA 2.0 mereka. Uji coba yang dilakukan secara serentak di lokasi acara ini dikawal dan dipandu langsung oleh Tim KFDI dan Tim KFEDL untuk memastikan seluruh fungsi teknis berjalan lancar tanpa kendala.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta yang hadir secara aktif memberikan saran, masukan teknis, serta harapan mereka terhadap performa sistem. Seluruh feedback yang terkumpul ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pengembang dalam menyempurnakan Balis PENDORA 2.0 sebelum resmi diimplementasikan secara penuh. [DIIBN/Nurlaela/BHKK/YL].












Komentar (0)