Perkuat Budaya Keselamatan Radiasi, BAPETEN Gelar Diseminasi Hasil Penilaian Tahun 2026
Kembali 17 April 2026 | Berita BAPETEN | 26 lihatBAPETEN melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) menyelenggarakan diseminasi daring mengenai Penilaian Penerapan Budaya Keselamatan di Fasilitas Kesehatan pada 17 April 2026. Kegiatan ini merupakan langkah awal krusial sebelum dimulainya survei nasional bagi fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh seratus peserta melalui zoom meeting dan 109 peserta di kanal youtube. Kepala P2STPFRZR, Dedik Eko Sumargo menekankan bahwa budaya keselamatan adalah prioritas utama untuk menekan risiko radiasi. Merujuk data dari Australian Radiation Protection and Nuclear Safety Agency (ARPANSA) tercatat bahwa 63% insiden radiasi disebabkan oleh human error, yaitu kurangnya kesadaran dan komunikasi. Melalui penguatan budaya keselamatan yang berfokus pada lima karakeristik dan sepuluh safety culture traits IAEA, diharapkan potensi masalah dapat diidentifikasi lebih dini sebelum menjadi insiden nyata.
Selanjutnya, Ketua Kelompok Kerja (Kapokja), Endang Kunarsih menyampaikan bahwa diseminasi ini secara khusus bertujuan untuk menyamakan pemahaman para calon responden agar memiliki tafsir yang sama saat mengisi survei budaya keselamatan. Hal ini penting supaya pengisian data dilakukan secara jujur berdasarkan pengalaman kerja sehari-hari, bukan kondisi ideal, serta memastikan bahwa survei ini bukanlah sarana penilaian kepatuhan melainkan alat evaluasi untuk penguatan sistem pengawasan nasional.
Pada tahun ini penilaian difokuskan pada bidang kedokteran nuklir dan radiologi intervensional. Target luarannya adalah tersusun profil kematangan budaya keselamatan nasional serta rekomendasi pelbagai kebijakan. Kapokja mengingatkan kepada seluruh responden agar segera berpartisipasi dalam survei digital yang akan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Pengisian dilakukan secara individu dan bersifat anonim untuk menjamin objektivitas data. [P2STPFRZR/Hermansyah/BHKK/HRUF]













Komentar (0)