DKM Al-Hidayah BAPETEN Selenggarakan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H
Kembali 27 Januari 2026 | Berita BAPETEN | 55 lihatDewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah BAPETEN menyelenggarakan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, pada Selasa, 27 Januari 2026. Acara bertemakan “Refleksi Isra Mikraj: Membangun Budaya Kerja Jujur, Disiplin, dan Berakhlak Mulia”, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai spiritual, khususnya dalam meneladani perjalanan Nabi Muhammad SAW, serta memperkuat integritas, etika, dan profesionalisme aparatur dalam pelaksanaan tugas di lingkungan BAPETEN.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Bidang Kerohanian KORPRI BAPETEN Mukhlisin, yang menyampaikan apresiasi kepada DKM Masjid Al-Hidayah BAPETEN atas inisiatif dan kolaborasinya dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Peringatan Isra Mikraj dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan kehidupan spiritual pegawai, sekaligus momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Nilai-nilai ketaatan, keikhlasan, dan kedisiplinan yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj diharapkan dapat tercermin dalam sikap profesional, integritas, dan tanggung jawab pegawai BAPETEN.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir BAPETEN Haendra Subekti, dalam sambutan pembukaannnya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak hanya menjadi sarana refleksi keimanan, tetapi juga penguatan budaya kerja yang jujur, disiplin, dan berakhlak mulia dalam menjalankan tugas kedinasan. BAPETEN mendukung kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh unit kerohanian internal sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berakhlak, dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan penampilan Dai Cilik Fathan Al Muzakki Adnan, kelas 3 SD, Putra dari Pegawai BAPETEN. Dalam ceramah singkatnya, Dai Cilik menyampaikan pesan tentang pentingnya tidak menunda-nunda kewajiban, khususnya dalam melaksanakan salat. Ia menggambarkan kebiasaan manusia yang sering lupa atau menunda suatu hal karena kesibukan sehari-hari, seperti urusan pekerjaan, pesan yang belum dikirim, atau aktivitas lainnya. Melalui contoh-contoh sederhana tersebut, ia mengingatkan agar setiap muslim senantiasa mengingat Allah SWT. dalam setiap keadaan.
Lebih lanjut, dai cilik menekankan bahwa salah satu ciri orang beriman adalah menjaga salat tepat waktu dan tidak menundanya. Ia mengajak para hadirin untuk tidak membiarkan salat tertunda atau tertinggal, karena salat merupakan sumber kebahagiaan dan keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana dan lugas, sehingga mudah dipahami dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.
Tausiyah utama disampaikan oleh Ustadz Nasrullah, S.Si., penulis buku Rahasia Magnet Rezeki. Dalam ceramahnya, Ustadz Nasrullah menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan untuk bersama-sama memperingati peristiwa agung Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Ia mendoakan agar seluruh hadirin senantiasa diberikan kebahagiaan, keberkahan, kemuliaan, dan kesuksesan dalam kehidupan. Peringatan Isra Mikraj disebut sebagai momentum yang indah untuk menimba ilmu dan membawa pulang nilai-nilai kebaikan yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Ustadz menekankan bahwa nilai-nilai Isra Mikraj sangat relevan dengan tema kegiatan, yakni membangun budaya kerja yang jujur, disiplin, dan berakhlak mulia. Ia mengajak para hadirin untuk menjadikan ibadah, khususnya salat, sebagai fondasi pembentukan karakter dan integritas, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Menurutnya, kejujuran, kedisiplinan, dan akhlak yang baik tidak hanya menjadi tuntunan agama, tetapi juga menjadi kunci keberkahan dalam pekerjaan dan kehidupan.
Acara ditutup oleh Plt. Kepala BAPETEN Zainal Arifin, dalam sambutan penutupannya menyampaikan bahwa Isra Mikraj merupakan peristiwa penuh hikmah yang mengajarkan ketaatan dan keberkahan. Perintah salat yang diterima Nabi Muhammad SAW menjadi sumber kekuatan spiritual yang diharapkan mampu menginspirasi pegawai BAPETEN dalam bekerja secara amanah, profesional, dan penuh tanggung jawab. Dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, acara Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah secara resmi ditutup. [BHKK/SP/Hafid Reyhan]















Komentar (0)