Banner BAPETEN
Bapeten Hadir dalam Indonesia-China Cancer Forum 2026
Kembali     13 Juli 2026 | Berita BAPETEN | 150 lihat

BAPETEN hadir dalam “Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026” pada Minggu (13/07/2026). Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Kolegium Onkologi Radiasi yang bekerja sama dengan China Anti-Cancer Association (CACA), berlangsung di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Chairperson of the Organizing Committee - Chairperson of the Indonesian College of Radiation Oncology: dr. Endang Nuryadi, Sp.Onk.Rad(K), PhD, President of the China Anti-Cancer Association (CACA): Prof Fan Dai Ming, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI): drg. Arianti Anaya, MKM, dan turut hadir Direktur Pengaturan Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Mukhlisin sebagai perwakilan dari BAPETEN. Peserta yang hadir sebanyak 350 orang yang terdiri dari dokter, akademisi, mahasiswa kedokteran, serta pakar onkologi terkemuka dari Indonesia dan China.

Budi Gunadi Sadikin secara resmi membuka ICCF 2026 di Jakarta. ICCF 2026 merupakan kolaborasi antara Indonesia dan China yang diselenggarakan bersamaan dengan The 7th ASEAN International Integrated Oncology dengan mengangkat tema: “Next-Generation Oncology: Management, Technology and Holistic Care”. Forum ini merupakan ajang resmi pertama Indonesia-China dalam onkologi integratif yang diselenggarakan sebagai langkah strategis memperkuat deteksi dini dan menekan angka kematian akibat kanker di Indonesia. “Kunci utama penanggulangan kanker adalah deteksi cepat dan pengobatan cepat. Jika diketahui pada stadium satu, peluang kesembuhan dengan teknologi yang ada saat ini sangat tinggi,” tegas Budi.

Forum ini menjadi wadah diskusi dan pembahasan perkembangan terkini dalam manajemen kanker, penerapan teknologi medis modern, serta pentingnya pendekatan holistik yang berpusat pada kebutuhan pasien, dengan menghadirkan para pakar onkologi dari Indonesia, China, dan kawasan ASEAN.

Acara dibagi dalam empat sesi, yang pertama menyajikan topik “Cancer Control and Care Delivery: From Screening to High-Volume Management”, kedua dengan topik “Breakthrough in Cancer Treatment”, ketiga dengan topik “Precision Oncology in Practice: Immunotherapy and Genomic Profiling”, dan keempat dengan topik “Supportive and Complementary Therapy in the Treatment of Cancer”.

Mukhlisin sebagai salah satu panelis sesi kedua, pada topik “Breakthrough in Cancer Treatment” khususnya mengenai “The Role of Radioactive Seeds Implantation in the Treatment of Cancer”. Dalam kesempatan ini Mukhlisin menyampaikan regulasi radioterapi, harmonisasi regulasi Indonesia China, optimisasi proteksi radiasi untuk pekerja radiasi, pasien, dan masyarakat, kartu pasien yang menjalani pengobatan seed implant brachytherapy, release patient, keselamatan bagi penumpang pesawat, dan edukasi anggota keluarga.

Melalui forum ini, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi kedua negara dalam pengembangan teknologi medis dan peningkatan kualitas pelayanan dalam deteksi dan pengobatan kanker. Selain itu juga dapat memperkuat strategi nasional dalam upaya menekan angka kematian akibat kanker melalui peningkatan deteksi dini, percepatan pengobatan, serta pemerataan layanan kesehatan berbasis teknologi di seluruh Indonesia. (DP2FRZR/Intanung/BHKK/Ra).


Komentar (0)


BAPETEN Link

mkananmenu_2024-02-26-145126.png
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2024-05-15-171035.jpeg
mkananmenu_2026-05-10-232514.png

Feedback

GPR Kominfo

Memuat berita GPR Kominfo...

Video

International Links