Kunjungan Bilateral ke PNRA Pakistan, BAPETEN Tingkatkan Kapasitas SDM Pengawas PLTN
Kembali 05 Januari 2026 | Berita BAPETEN | 51 lihatBAPETEN melaksanakan kunjungan teknis internasional ke Pakistan Nuclear Regulatory Authority (PNRA) pada 29–30 Desember 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Pelaksanaan kunjungan tersebut berlangsung tidak lama setelah kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Pakistan dalam rangka peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Pakistan. Momentum ini menjadi penguat komitmen kedua negara untuk terus memperluas kerja sama strategis, termasuk dalam bidang pengawasan ketenaganukliran.
Kegiatan bertajuk “BAPETEN Regulatory Capacity Building Visit to Pakistan Nuclear Regulatory Authority (PNRA)” bertujuan untuk memulai diskusi penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAPETEN dan PNRA, sekaligus menjajaki peluang kerja sama pengembangan kapasitas SDM pengawas PLTN. Delegasi BAPETEN dipimpin oleh Deputi Bidang Perizinan Keselamatan Nuklir BAPETEN, Haendra Subekti, serta didampingi Pengawas Radiasi Madya BAPETEN Tino Sawaldi Adi Nugroho dan perwakilan KBRI Islamabad. Kemudian, delegasi BAPETEN diterima secara resmi oleh jajaran pimpinan PNRA yang dipimpin Kepala PNRA Faizan Mansoor, bersama Anggota (Executive) Zia Hussain Shah, Member (Corporate) Mohammad Qayyum, serta para Director General dan Director PNRA. Dalam pertemuan teknis, BAPETEN memaparkan kebijakan dan arah pengembangan PLTN di Indonesia, termasuk kebutuhan kapasitas SDM pengawas PLTN. Sementara itu, PNRA berbagi pengalaman pengawasan PLTN di Pakistan yang mencakup aspek perizinan, inspeksi, penegakan hukum, dan penilaian teknis keselamatan.
Selain diskusi, delegasi BAPETEN melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas strategis PNRA, antara lain Pusat Koordinasi Kedaruratan Nuklir Nasional, Simulator PLTN, laboratorium proteksi fisik, pemantauan lingkungan dan dosimetri, serta mobile laboratorium pemantauan radiasi. Kunjungan ini memberikan gambaran kesiapan teknis dan infrastruktur pengawasan ketenaganukliran di Pakistan, sekaligus memperkuat kolaborasi teknis, mendukung penguatan kapasitas SDM BAPETEN, dan menjadi fondasi kerja sama jangka panjang. Nilai strategis kunjungan turut disampaikan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan, Letjen (Purn.) Chandra Warsenanto Sukotjo, sebagai bagian dari dukungan KBRI Islamabad dalam mendorong kerja sama berkelanjutan. (Tino/P2STPIBN/CN/BHKK)












Komentar (0)