Banner BAPETEN
Indonesia, AS dan Jepang Perkuat Kerja Sama SMR melalui Lokakarya “Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology (FIRST)” tahun 2026
Kembali     04 Maret 2026 | Berita BAPETEN | 30 lihat

Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang resmi membuka Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology (FIRST) 2 - Day Workshop on SMR Deployment Considerations for Indonesia pada 3 – 4 Maret 2026 dan dilanjutkan dengan kegiatan diskusi kelompok khusus regulator pada 5 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama trilateral untuk mendukung kesiapan Indonesia dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), khususnya teknologi Small Modular Reactor (SMR).

Lokakarya ini dirancang untuk membahas secara komprehensif aspek kebijakan, regulasi, pengembangan SDM, rantai pasok, hingga keterlibatan pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi SMR di Indonesia. Acara pembukaan lokakarya dihadiri oleh para petinggi diplomatik, di antaranya Chargé d’Affaires Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, H.E. Peter M. Haymond, dan Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Jepang, H.E. Mitsuru Myochin. Perwakilan Departemen Luar Negeri AS, J.J. Henkin, menegaskan bahwa lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang sebelumnya dijalin Indonesia dan AS di Washington, DC untuk bekerja sama dalam pengembangan SMR bersama Jepang.

Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana, dalam sambutannya menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi. Indonesia berkomitmen penuh dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui berbagai sumber energi, termasuk energi nuklir yang berkelanjutan. Dari sisi tantangan nasional, Dr. Ir. Satya Widya Yudha, M.Sc., Ph.D. selaku perwakilan DEN memaparkan bahwa pengembangan nuklir kini telah masuk dalam kerangka Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN). Ia mencatat bahwa negara-negara tetangga di ASEAN pun mulai mengambil langkah serupa demi memperkuat bauran energi kawasan.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasojo, menegaskan bahwa nuklir adalah kunci mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Darmawan Prasojo, menambahkan bahwa pengembangan PLTN telah masuk dalam RUPTL sebagai bagian dari strategi mencapai pertumbuhan ekonomi dan target NZE 2060. “Bumi semakin hangat,” ujarnya, menekankan urgensi transisi menuju energi bersih dan rendah karbon.

Sebagai pilar pengawasan keamanan, BAPETEN turut hadir secara intensif dalam rangkaian acara ini. Selain mengikuti lokakarya, delegasi BAPETEN juga akan mengikuti diskusi kelompok khusus regulator yang dilaksanakan setelah kegiatan lokakarya. Delegasi BAPETEN dipimpin langsung oleh Plt. Kepala BAPETEN, didampingi oleh Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir, Direktur Perizinan Instalasi dan Bahan Nuklir, Direktur Inspeksi Instalasi dan Bahan Nuklir, serta Direktur Pengaturan Instalasi dan Bahan Nuklir untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan nuklir di Indonesia tetap terjaga sesuai standar internasional.

Sebagai penutup kegiatan lokakarya dihari pertama, Plt Kepala Bapeten atas nama BAPETEN, menyampaikan apresiasi atas pertukaran yang berharga selama kegiatan lokakarya ini. Sebagai negara yang baru memulai, Indonesia menyadari bahwa pengembangan tenaga nuklir membutuhkan kekuatan regulasi, disiplin kelembagaan, dan komitmen tanpa kompromi terhadap keselamatan. Bagi BAPETEN, keselamatan, keamanan, dan garda aman bukanlah pilihan, melainkan persyaratan mutlak. Pelajaran yang dibagikan oleh para mitra memberikan referensi penting untuk meningkatkan kompetensi regulasi, kesiapan tenaga kerja, dan keterlibatan pemangku kepentingan. Namun, semua pendekatan akan disesuaikan dengan kerangka hukum dan konteks nasional Indonesia. Indonesia akan bertindak secara bertanggung jawab, transparan, dan sepenuhnya selaras dengan kewajiban internasional.(Iin/DIIBN)


Komentar (0)


Tautan BAPETEN

mkananmenu_2024-02-26-145126.png
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2024-03-25-135103.png
mkananmenu_2024-05-15-171035.jpeg

Feedback

GPR Kominfo

Memuat berita GPR Kominfo...

Video

Tautan Internasional