Diseminasi Laporan Penugasan Luar Negeri “Regional Workshop On Safety And Nuclear Security Culture Values And Approaches”
Kembali 12 Februari 2026 | Berita BAPETEN | 17 lihatDirektorat Pengaturan Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DP2FRZR) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Laporan Penugasan Luar Negeri “Regional Workshop on Safety and Nuclear Security Culture Values and Approaches”, secara luring pada tanggal 12 Februari 2026 di Kantor BAPETEN. Diseminasi merupakan salah satu program dari Agen Perubahan DP2FRZR yang diselenggarakan bagi pegawai yang mendapatkan penugasan pelatihan/workshop. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari unit kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan dan Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik.
Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Mukhlisin selaku Direktur P2FRZR, Mukhlisin menyampaikan bahwa “Regional Workshop on Safety and Nuclear Security Culture Values and Approaches” diselenggarakan oleh IAEA yang telah diikuti oleh perwakilan dari 13 negara termasuk Indonesia yang diwakili oleh 4 personel dari BAPETEN yaitu Direktur P2FRZR, Vatimah Zahrawati, Hermawan Puji Yuwana, dan Tony Pamungkas. Selanjutnya Mukhlisin menyampaikan ucapan terima kasih kepada BDL yang telah menjadi host dari kegiatan ini pada tanggal 29 September – 3 Oktober 2025 bertempat di Yogyakarta.
Selanjutnya Daniel Rawilana Meiga sebagai Agen Perubahan DP2FRZR menyampaikan bahwa diseminasi ini merupakan kegiatan Agent of Change pertama di tahun 2026, dan diseminasi ini merupakan salah satu program agen perubahan yang merupakan program lanjutan dari tahun 2025.
Acara dilanjutkan dengan paparan laporan Penugasan Luar Negeri “Regional Workshop on Safety and Nuclear Security Culture Values and Approaches” yang disampaikan oleh Vatimah. Dalam paparannya, Vatimah menyampaikan tujuan utama workshop, yaitu meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya safety dan security, memperkuat regulatory infrastructure, memahami peran faktor manusia dan organisasi dalam kecelakaan, memperkenalkan konsep safety and security culture, serta menekankan pentingnya penguatan budaya keselamatan dan keamanan di regulatory body. Selain itu juga disampaikan metode workshop yang digunakan serta materi atau topik yang disampaikan dan didiskusikan dalam kegiatan, diantaranya basics of nuclear security, interface between safety and security, the interaction between human, technical and organizational Factors (HTO), IAEA safety standards, IAEA nuclear security guidance, culture for safety and security.
Sesi diskusi terdapat beberapa hal yang menjadi topik antara lain mengenai metodelogi penyampaian dalam workshop dimana konsep penyampaian tidak hanya satu arah tetapi pelibatan semua peserta dengan metode multilogue yang menekankan pada keaktifan dari masing-masing peserta. Selain terdapat sesi studi kasus dengan menganalisis beberapa peran (Badan Pengawas, satuan tanggap darurat, pemegang izin, pemerintah daerah, personel terkait, masyarakat dan pihak lain). Penyelenggaraan dan metologi yang digunakan dalam workshop ini dapat menjadi leasson learn bagi BAPETEN dalam penyelenggaraan workshop di kemudian hari. (Intan/DP2FRZR/Ra/BHKK)










Komentar (0)