Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

BAPETEN Gelar Latihan Gabungan Untuk Uji Coba Kedaruratan Nuklir
Kembali

Insiden atau kecelakaan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Demikian juga halnya dengan kecelakaan nuklir dapat terjadi baik di fasilitas nuklir maupun di tempat-tempat umum, baik di darat, air atau udara. Penanggulangan kedaruratan nuklir ini membutuhkan keandalan tanggap darurat yang tepat dan cepat, untuk mencegah eskalasi dan meminimalkan dampak yang merugikan.

Guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan personil dalam menanggulangi kecelakaan, BAPETEN bekerjasama dan berkoordinasi dengan Puspiptek, BATAN, dan TNI AD menggelar latihan penanggulangan kedaruratan nuklir yang diakibatkan oleh kecelakaan transportasi yang melibatkan sumber radioaktif, Serpong 4 s.d 6 Desember 2018.

Kegiatan yang diiukuti oleh sekitar 40 peserta ini dibuka oleh Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir, Dedik Eko Sumargo (DES), Selasa 4/12/2018. Dalam sambutannya DES mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dalam rangka kesiapsiagaan dan antisipasi bila terjadi kecelakaan nuklir.

“Dalam tataran teori seringkali kita pandai menyusun dokumen, namun dalam tataran operasional seringkali kita berantarkan. Oleh karenanya kehadirarn kita ditempat ini selain sebagai media silaturrahmi tentang tupoksi masing-masing, juga sebagai sarana sharing dengan instansi lain dalam rangka berlatih bersama untuk penanggualangan terjadinya kecelakaan nuklir” tukas DES menjabarkan.

Lebih lanjut DES mengatakan bahwa dalam latihan ini akan dipraktekan bersama penanggulangan kecelakaan nuklir tersebut. Dalam hal ditemukan adanya ketidaksempurnaan dan masih adanya kesalahan, itulah yang namanya latihan.

“Sebuah latihan yang bagus bukanlah latihan yang tidak ada kesalahan, namun latihan yang bagus adalah latihan yang dapat mengidentifikasi kesalahan yang terjadi, dan mampu melakukan perbaikan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan di masa mendatang” ujar DES menambahkan.

Dalam kontek kesiapsiagaan nuklir, intinya sebagus apapun peraturan, SDM yang dimiliki dan juga peralatan yang tersedia, akan menjadi lumpuh bila tidak diuji dengan latihan, dan pelatihan itu prinsipnya harus terus diulang-ulang. Oleh karenanya melalui pelatihan ini kita akan memperoleh umpan balik atas apa yang menjadi kelemahan kita. Dalam latihan ini sekaligus untuk praktek atas SOP yang sudah ada, apakah sudah cocok dan sesuai dengan praktek di lapangan.

Pada seksi berikutnya, dilakukan presentasi tentang Sinkronisasi Skenario Latihan Gladi Lapang Penanggulangan Kedaruratan Nuklir, oleh Kepala Subdirektorat Kesiapsaigaan Nuklir, Toto Heriyanto. Pada sesi ini Toto menjelaskan bahwa dalam bidang transportasi, kemampuan kesiapsiagaan dan respontanggapdarurattelah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2015 tentang Keselamatan Radiasi dan Pengangkutan Zat Radioaktif. Pasal69 ayat (3) mewajibkandiadakannya pelatihandan geladikedaruratanpalingsedikit1(satu) kali dalam4(empat)tahun. “Latihan kali ini adalah dalam rangka mewujudkan apa yang termaktub dalam peraturan tersebut” katanya.

Selanjutnya Toto menjelaskan bahwa tujuan dari Geladi Lapang ini selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan personil dalam menanggulangi kecelakaan, juga bertujuan untuk menyempurnakan prosedur, menguji coba peralatan dan meningkatkan sarana dan prasarana pendukung. Lalu juga untuk menilai, memberikan umpan balik, dan perbaikan yang mendasar terhadap sistem yang tersedia saat ini, khususnya di Kawasan Puspiptek; serta untuk mengevaluasi koordinasi dan kerjasama dengan satuan/unit terkait, seperti BATAN, BAPETEN, Kompi Nubika TNI AD, maupun unsur-unsur perespon lainnya.

Sesi berikutnya di hari pertama ini adalah Table Top Exercise, yakni praktek simulasi penanggulangan kedaruratan nuklir akibat kecelakaan transportasi yang melibatkan sumber radioaktif. Dalam sesi ini dihamparkan peta kawasan Puspiptek lalu disiapkan mobil mainan ukuran kecil untuk mensimulasikan proses terjadinya kecelakaan transportasi kendaraan yang membawa sumber radioaktif yang akan dilimbahkan ke PTLR BATAN. Dalam simulasi ini dibahas peran masing-masing instansi baik BATAN, BAPETEN, Puspiptek maupun Kompi Nubika TNI AD.

Latihan pada hari pertama ini baru sebatas teori dan simulasi. Pada hari kedua esok, 5 Desember 2018, akan dilakukan apel gladi kotor, sinkronisasi skenario dengan kondisi lapangan serta gladi bersih, serta di hari ke 3, 6 Desember 2018, apel gladi latihan gabungan dan pelaksanaan gladi lapang.

Diharapkan melalui geladi lapang penanggulangan kedaruratan nuklir akibat kecelakaan transportasi yang melibatkan sumber radioaktif ini, menjadi momentum penting untuk mewujudkan strategi nasional I-CoNSEP (Indonesia Center of Excellence on Nuclear Security and Emergency Preparedness) dalam kerangka mewujudkan Nawa Cita butir I: “Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara” (bho/aqtep/bsb).

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2018-01-26-112945.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png