Banner BAPETEN
Pelatihan Penanggulangan Kedaruratan Tahun 2026
Kembali     26 Oktober 2026 | Berita BAPETEN | 29 lihat

Balai Pendidikan dan Pelatihan (Balai Diklat) BAPETEN menyelenggarakan Pelatihan Penanggulangan Kedaruratan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, yang dilaksanakan di Gedung B BAPETEN, Jakarta, pada 26-29 Oktober 2026.

Acara diawali laporan dari Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan BAPETEN Ahmad Ciptadi Syuryavin, yang menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta yang diprioritaskan bagi personel Satuan Tanggap Darurat (STD) BAPETEN. Pelatihan tahun 2026 ini difokuskan pada pembelajaran dari pengalaman (learning from experience) dalam penanganan kejadian kedaruratan radiologi yang pernah dihadapi.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Pengelola Kegiatan Kelompok Fungsi Kesiapsiagaan Nuklir (DK2N) Agus Yudhi Pristianto, dalam sambutan pembukaannya, menegaskan bahwa Tim STD BAPETEN merupakan core (pasukan khusus) dan rujukan (expert) utama nasional dalam penanganan kedaruratan radiologi di Indonesia, baik bagi pemegang izin maupun kolaborasi lintas kementerian/lembaga.

"Pengalaman nyata di lapangan pada tahun 2025, seperti penanganan kejadian Cikande yang berhasil dituntaskan pemerintah pada 19 Oktober, dinilai sebagai 'pelatihan sesungguhnya' yang membuktikan kapasitas dan kesiapsiagaan tim," tambahnya.

“Pelatihan ini melibatkan berbagai latar belakang, mulai dari kajian, inspeksi, pemantauan lingkungan, hingga humas untuk memastikan penanganan teknis hingga penyampaian informasi publik berjalan efektif dan proporsional. Peserta diminta untuk fokus penuh selama empat hari pelatihan tanpa terdistraksi tugas lain, serta memanfaatkan forum ini untuk saling berbagi pengetahuan antara jajaran senior dan junior.” Tegasnya.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan dibekali dengan berbagai materi komprehensif. Pada hari pertama, peserta menerima materi mengenai Kebijakan Penanggulangan Kedaruratan Nuklir, pendalaman Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2023 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Zat Radioaktif, serta pembahasan Rancangan Peraturan BAPETEN terkait Kesiapsiagaan Nuklir dan Penanggulangan Kedaruratan Nuklir.

Memasuki hari kedua, pelatihan akn berfokus pada studi kasus melalui Lesson Learn Penanggulangan Kedaruratan Kasus Cikande. Peserta juga mendapatkan pembekalan praktik mengenai Kontaminasi dan Dekontaminasi, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta pengoperasian dan analisis menggunakan alat ukur radiasi seperti Surveymeter B20 dan Alpha Beta Counter.

Pada hari ketiga dan keempat, peserta akan dilatih untuk mengoperasikan dan menganalisis berbagai peralatan deteksi radiasi canggih, di antaranya Identifinder, Air Sampler, Backpack, serta ORTEC Microdetective/Falcon5000. Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada aplikasi pemodelan sebaran radiasi JRodos, dan diakhiri dengan pelaksanaan Field Exercise (latihan lapangan) untuk menguji kesiapan operasional secara nyata.

Kegiatan ini menghadirkan para pengajar yang kompeten di bidangnya, terdiri dari pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BAPETEN, seperti Direktur DKKN Agus Yudhi Pristianto, Dahlia C. Sinaga (DP2FRZR), Zulfiandri (DP2IBN), Dedik Eko Sumargo (P2STPFRZR), serta para pengawas radiasi dan staf teknis ahli dari unit kerja terkait.

Melalui pelatihan ini, BAPETEN berkomitmen untuk terus memelihara dan memantapkan kesiapsiagaan personel dalam merespons kedaruratan nuklir secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kesiapan teknis dan pemahaman regulasi yang kuat diharapkan dapat memitigasi risiko dan memastikan perlindungan maksimal bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan. (BHKK/YL/SP)


Komentar (0)


Tautan BAPETEN

mkananmenu_2024-02-26-145126.png
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2024-05-15-171035.jpeg
mkananmenu_2026-05-10-232514.png

Feedback

GPR Kominfo

Memuat berita GPR Kominfo...

Video

Tautan Internasional