BAPETEN-TNI AD Perkuat Kompetensi Prajurit Zeni dalam Proteksi dan Keselamatan Nuklir
Kembali 23 September 2026 | Berita BAPETEN | 48 lihatBadan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD) menyelenggarakan Pelatihan Khusus NUBIKA tentang Proteksi dan Keselamatan Nuklir bagi Satuan Zeni TNI AD Tahun 2026, di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad), Bogor, pada 21-25 September 2026.
Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta dari satuan Zeni TNI AD tersebut dibuka secara resmi oleh Brigadir Jenderal TNI Nurdihin Adi Nugroho selaku Danpusdikzi Pusziad. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanganan potensi kejadian nuklir di Indonesia.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan BAPETEN, Ahmad Ciptadi Syuryavin, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang proteksi dan keselamatan nuklir, khususnya bagi personel yang memiliki peran dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanganan kejadian nuklir.
Menurutnya, kehadiran BAPETEN dan TNI AD dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kompetensi SDM sekaligus memperkuat kapasitas kesiapsiagaan nuklir nasional. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aspek proteksi radiasi, keselamatan nuklir, serta langkah-langkah penanganan yang diperlukan apabila terjadi kedaruratan nuklir.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antarlembaga pemerintah dalam memperkuat kapasitas teknis dan kesiapsiagaan nuklir nasional, khususnya melalui peningkatan kompetensi prajurit Zeni TNI AD di bidang proteksi dan keselamatan nuklir.
Pelatihan menghadirkan tim pengajar yang berasal dari BAPETEN dan instansi eksternal. Dari BAPETEN, materi disampaikan oleh Pengawas Radiasi BAPETEN Agus Yudhi Pristianto, Moh. Tahril Aziz, Zalfy Hendry Eka Putra, Dewi Apriliani, Nurman Rahmadi, Aditia Anamta, Fajariadi, Alifia Rahmawati, dan Ade Hanna Natalia. Sementara itu, pengajar eksternal berasal dari RSPAD Gatot Soebroto, yaitu Joko Wiyanto, serta dari Persatuan Masyarakat Nuklir Indonesia (PERMINAS).
Keberagaman latar belakang para pengajar tersebut memberikan perspektif yang komprehensif bagi peserta, baik dari aspek teknis proteksi dan keselamatan nuklir maupun aspek kesehatan dan penanganan yang berkaitan dengan kejadian nuklir. Melalui kombinasi pengalaman praktis dan pengetahuan teknis yang dimiliki para narasumber, peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai tantangan dan kebutuhan kesiapsiagaan nuklir di lapangan.
Kerja sama antara BAPETEN dan TNI AD diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memelihara dan meningkatkan kompetensi teknis prajurit yang mendukung kesiapsiagaan nuklir nasional. Keberlanjutan program peningkatan kompetensi ini juga menjadi penting mengingat adanya dinamika penugasan dan pergantian personel dalam struktur satuan Zeni, termasuk unsur Nuklir, Biologi, dan Kimia (NUBIKA).
Keberadaan prajurit Zeni TNI AD yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung kesiapsiagaan dan respons terhadap potensi kejadian nuklir. Oleh karena itu, sinergi antara BAPETEN dan TNI AD diharapkan semakin memperkuat koordinasi, kesiapan personel, serta kapasitas teknis dalam mendukung pelaksanaan tugas penanganan kejadian nuklir di Indonesia.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan teori dan praktik di bidang proteksi dan keselamatan nuklir. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan operasionalitas satuan dalam mendukung pelaksanaan tugas secara profesional, aman, dan efektif.
Kolaborasi lintas sektor antara BAPETEN dan TNI AD menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi kejadian nuklir. [BDL/DessySusanti/BHKK/SP]











Komentar (0)