Banner BAPETEN
BAPETEN Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel melalui Simulasi Kedaruratan Radiologik
Kembali     29 Oktober 2026 | Berita BAPETEN | 38 lihat

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melaksanakan Latihan Satuan Tanggap Darurat (STD) Tahun 2026, melalui simulasi penanganan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137), pada hari Kamis, 29 Oktober 2026, di area parkir Kantor BAPETEN, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapsiagaan personel, memperkuat koordinasi antartim, serta meningkatkan kemampuan respons dalam menghadapi potensi kedaruratan nuklir dan radiologis.

Latihan ini merupakan bagian dari upaya BAPETEN dalam meningkatkan kapasitas STD agar mampu melaksanakan penanganan kedaruratan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada sejumlah regulasi, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2012, Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2023, serta Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penatalaksanaan Tanggap Darurat BAPETEN.

Dalam skenario latihan, Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN) BAPETEN menerima notifikasi peningkatan laju dosis radiasi dari sistem Radiation Dose Monitoring System (RDMS) yang terpasang di sebuah kawasan industri. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan dalam simulasi tersebut, teridentifikasi peningkatan laju dosis radiasi yang signifikan di sebuah perusahaan peleburan logam bekas akibat peleburan secara tidak sengaja terhadap sumber radioaktif Cs-137 dan Am-241.

Skenario tersebut, menggambarkan kondisi kedaruratan radiologis yang mengakibatkan delapan pekerja mengalami kontaminasi eksternal, disertai penyebaran kontaminasi ke kawasan permukiman dan sejumlah fasilitas umum di sekitarnya. Kondisi ini dirancang untuk menguji kemampuan personel dalam melakukan identifikasi bahaya radiasi, analisis situasi, pengendalian area terdampak, serta pelaksanaan tindakan perlindungan terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Latihan dipimpin oleh Pengelola Kegiatan Kelompok Fungsi Sertifikasi dan Validasi Toto Heryanto selaku Incident Commander, dengan melibatkan sejumlah tim yang memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai fungsi masing-masing. Tim Monitoring Lingkungan bertugas melakukan pengukuran dan pemetaan sebaran radiasi, sedangkan Tim Respons melaksanakan analisis kondisi radiologis serta penetapan batas area keselamatan dan keamanan (safety and security perimeter).

Sementara itu, Tim Entri bertugas mengidentifikasi lokasi dengan tingkat radiasi tinggi (hotspot) dan melakukan pemantauan kontaminasi personel. Kemudian, Tim Dekontaminasi melaksanakan tindakan dekontaminasi pada area dan personel terdampak sesuai kebutuhan penanganan. Adapun Tim Humas, berperan dalam penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat untuk memastikan komunikasi publik berjalan secara jelas, akurat, dan terkoordinasi, sekaligus mencegah munculnya kepanikan serta informasi yang keliru.

Untuk mendukung pelaksanaan simulasi, personel dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD), antara lain pakaian pelindung Tyvek, masker, pelindung sepatu (shoe cover), kacamata pelindung, dan sarung tangan. Selain itu, digunakan berbagai alat ukur radiasi (AUR), seperti air sampler, backpack radiation detector, RadEye B20, RadEye PRD-ER, identiFINDER, dan IsoTrak untuk mendukung kegiatan deteksi, pengukuran, serta pemantauan kondisi radiologis di lokasi latihan.

Melalui latihan ini, BAPETEN tidak hanya menguji keterampilan teknis personel dalam menangani potensi kontaminasi radioaktif, tetapi juga memperkuat mekanisme koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan dalam situasi kedaruratan. Keterpaduan pelaksanaan tugas antar tim menjadi aspek penting untuk memastikan setiap tahapan respons dapat dilaksanakan sesuai prosedur keselamatan dan ketentuan yang berlaku.

Latihan Satuan Tanggap Darurat Tahun 2026 ini, sekaligus menjadi sarana untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dalam sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan nuklir dan radiologis. Hasil pelaksanaan latihan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan kompetensi personel, penyempurnaan prosedur, serta penguatan efektivitas respons kedaruratan BAPETEN.

Melalui pelaksanaan latihan secara berkelanjutan, BAPETEN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanggulangan kedaruratan nuklir dan radiologis guna memberikan perlindungan yang optimal bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan hidup dari potensi bahaya radiasi. [BHKK/YL/SP]


Komentar (0)


Berita Lainnya

terkaitsmall_thumb_2026-10-29-100200.jpeg

BAPETEN Berduka atas Wafatnya Linda Nursanti Suryana, S.Si.

29 Oktober 2026 | Berita BAPETEN | 69 lihat
terkaitsmall_thumb_2026-10-28-100335.jpg

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

28 Oktober 2026 | Berita BAPETEN | 245 lihat

Tautan BAPETEN

mkananmenu_2024-02-26-145126.png
mkananmenu_2021-04-19-125003.png
mkananmenu_2021-04-19-125235.png
mkananmenu_2021-08-25-114254.png
mkananmenu_2024-05-15-171035.jpeg
mkananmenu_2026-05-10-232514.png

Feedback

GPR Kominfo

Memuat berita GPR Kominfo...

Video

Tautan Internasional