Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Evaluator Dalam Penilaian Izin Fasilitas Kalibrasi Menggunakan Sumber Radiasi Pengion
Kembali 07 September 2026 | Berita BAPETEN | 60 lihatBAPETEN menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Evaluator dalam Penilaian Izin Fasilitas Kalibrasi menggunakan Sumber Radiasi Pengion pada 7 hingga 9 September 2026 di Balai Pendidikan Pelatihan BAPETEN Cisarua, Bogor Jawa Barat. Bimtek ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat akurasi, efisiensi, dan keandalan proses perizinan fasilitas kalibrasi radiasi di seluruh Indonesia.
Bimtek yang diikuti oleh para evaluator di Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DPFRZR) ini berfokus pada pendalaman regulasi keselamatan radiasi, pemutakhiran standar teknis penilaian, serta penguatan kompetensi teknis dalam mengevaluasi jaminan mutu pada fasilitas kalibrasi. Seiring pesatnya perkembangan pemanfaatan radiasi pengion di bidang medis maupun industri, keberadaan fasilitas kalibrasi yang memenuhi standar keselamatan nasional dan internasional menjadi hal yang sangat krusial.
Bimtek ini juga diselenggarakan sebagai bentuk komitmen BAPETEN dalam memperkuat kompetensi evaluator dalam melaksanakan penilaian terhadap permohonan izin fasilitas kalibrasi khususnya jaminan mutu fasilitas kalibrasi. Kemampuan melaksanakan penilaian berbasis kebertelusuran, dan nilai ketidakpastian yang tepat akan mampu menjamin pemanfaatan radiasi pengion telah aman dan selamat. Diharapkan kegiatan ini mencerminkan peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan instansi di tingkat nasional dan internasional.
Dalam sambutannya, Direktur DPFRZR Asep Saefulloh Hermawan menyampaikan bahwa kemampuan teknis yang mendalam dan komprehensif diperlukan untuk menghasilkan penilaian berbasis risiko secara benar. Oleh karena itu, Bimtek menjadi salah satu sarana yang dapat meningkatkan kualitas hasil evaluasi terhadap jaminan mutu fasilitas kalibrasi yang dilaksanakan oleh evaluator. Di masa depan, Bimtek seperti ini juga perlu dilaksanakan bagi inspektur guna terselenggaranya pengawasan fasilitas kalibrasi yang berkelanjutan. Evaluasi perizinan yang ketat dan profesional tidak hanya menjamin keberlanjutan pemanfaatan teknologi nuklir yang aman, tetapi juga memastikan instrumen radiasi di fasilitas kesehatan dan industri terkalibrasi dengan ketelitian tinggi untuk melindungi pekerja, pasien, dan masyarakat.
Selanjutnya dalam pembukaannya, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan BAPETEN, Ahmad Ciptadi Syuryavin menegaskan bahwa peran evaluator sangat vital sebagai garda terdepan pengawasan sebagai bagian dari salah satu pilar penting pengawasan ketenaganukliran. Balai Diklat berupaya agar evaluator mendapat penguatan kemampuan analisis keselamatan sesuai standar nasional dan internasional dari pengajar/fasilitator yang kompeten di bidangnya. Melalui Bimtek ini, BAPETEN berharap para evaluator mampu menyamakan persepsi dan meningkatkan standar kerja, sehingga proses penilaian izin fasilitas kalibrasi dapat berjalan semakin transparan, akuntabel, dan professional. (BDL/Ai/BHKK/Ra)












Komentar (0)