Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Kick-of Meeting of Exercise Development Training Series (EDTS) Department of Energy National Nuclear Security Administration Di Pattaya Thailand
Kembali
small_thumb_2019-05-13-105403.jpg

Dalam rangka terus meningkatkan kemampuan para pemangku kepentingan dibidang keamanan nuklir, BAPETEN selalu melibatkan para pemangku kepentingan ini dalam setiap kegiatan, baik itu pelatihan, workshop, seminar maupun meeting. Kegiatan inipun tidak terbatas pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam negeri, tapi juga kegiatan yang diselenggarakan di luar negeri. Salah satu kegiatan tersebut adalah Kick-of Meeting of Exercise Development Training Series (EDTS) yang telah diselenggarakan di Renaissance Hotel Pattaya, Thailand pada tanggal 2 – 4 April 2019. Jumlah peserta yang hadir pada meeting ini sebanyak 45 orang yang berasal dari 10 negara ASEAN. Indonesia sendiri diwakili oleh 4 orang peserta, yang berasal dari Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir – BAPETEN, Detasemen Deteksi - PASPAMPRES, Puspek NUBIKA - TNI AL dan Satuan KBR Pasukan Gegana - BRIMOB.

Kegiatan Kick-of Meeting of Exercise Development Training Series (EDTS) ini adalah merupakan pertemuan awal dari negara-negara ASEAN yang diprakarsai oleh US DoE untuk mengidentifikasi kemampuan dari masing-masing negara peserta terkait dengan keamanan nuklir khususnya tindakan pencegahan penyelundupan zat radioaktif dan/atau bahan nuklir maupun barang-barang terkontaminasi radioaktif. Identifikasi ini terkhusus lagi pada daerah perbatasan atau lintas batas negara dengan negara lain. Identifikasi juga dilakukan untuk mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh negara-negara peserta dalam rangka mendukung tindakan pencegahan ini, misalnya pelatihan-pelatihan apa saja yang telah dilakukan, peralatan yang dimiliki, keterlibatan pemangku kepentingan, dan lain-lain. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu negara-negara ASEAN dalam rangka implementasi keamanan nuklir khususnya untuk Material Out of Regulatory Control (MORC). Dalam pertemuan ini masing-masing negara peserta memberikan presentasi terkait dengan status implementasi keamanan nuklir di negaranya, khususnya upaya yang telah dilakukan untuk mencegah tindakan penyelundupan zat radioaktif dan/atau bahan nuklir maupun barang-barang terkontaminasi radioaktif.

imgkonten imgkonten


Selain itu, dilakukan juga upaya identifikasi pelatihan-pelatihan apa saja yang sudah pernah dilakukan dalam rangka mendukung program keamanan nuklir nasional khususnya dalam rangka mencegah penyelundupan zat radioaktif dan/atau bahan nuklir maupun barang-barang terkontaminasi radioaktif. Kecukupan peralatan deteksi terhadap zat radioaktif atau bahan nuklir juga dibahas dalam pertemuan ini, selain tentunya kemampuan para pemangku kepentingan yang dalam hal ini adalah petugas garis depan (Front line officer/FLO).Kegiatan ini juga merupakan ajang sharing informasi dan pengalaman dari negara-negara peserta dalam hal implementasi keamanan nuklir terhadap Material Out of Regulatory Control, seperti tindakan deteksi dan respon yang telah dilakukan untuk mencegah adanya tindak kejahatan yang melibatkan bahan nuklir atau bahan radioaktif lainnya, pelatihan-pelatihan yang telah dilakukan guna mendukung program keamanan nuklir, kemampuan para pemangku kepentingan, termasuk peralatan yang dimiliki untuk melakukan deteksi khususnya yang telah dimiliki oleh petugas garis depan. Hal ini digambarkan dalam sesi presentasi dari negara peserta mengenai pengalaman masing-masing negara. Termasuk Indonesia sendiri memberikan presentasi dengan judul “Indonesia’s Country Report on Nuclear Security Activities“.

Rangkaian kegiatan antara lain kunjungan ke pelabuhan laut untuk melihat implementasi keamanan nuklir pada pintu-pintu masuk pelabuhan dengan menggunakan Radiation Portal Monitor (RPM). Pada saat kunjungan, peserta didemonstrasikan bagaimana melakukan secondary inspection yang dilakukan oleh petuga Bea Cukai Thailand. Berikutnya juga ada sesi wawancara dari pihak US DoE ke masing-masing negara peserta. Pada sesi ini lebih membahas secara mendalam upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan oleh negara peserta dalam rangka implementasi keamanan nuklir dalam rangka mendukung tindakan pencegahan penyelundupan zat radioaktif dan/atau bahan nuklir maupun barang-barang terkontaminasi radioaktif diwilayah perbatasan. Negara-negara peserta acara Kick-of Meeting of Exercise Development Training Series (EDTS) ini adalah: Brunei, Cambodia, Lao PDR, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand dan Vietnam.

imgkonten


Mengingat kondisi geografis negara kita merupakan negara kepulauan dan banyaknya pintu-pintu masuk, penting untuk melibatkan semua pemangku kepentingan dalam hal peningkatan kapabilitas mereka dalam hal deteksi dan respon terkait ancaman keamanan nuklir, termasuk juga melibatkan mereka dalam kegiatan meeting seperti ini. Untuk itu, peran BAPETEN dalam hal ini lebih khusus I-CoNSEP sangat penting dalam melibatkan pemangku kepentingan dan peningkatan kapabilitas mereka melalui workshop, seminar, pembinaan teknis, pelatihan dan lain sebagainya. [dkkn/zul/bhkkp/isph]

imgkonten

Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png