Layanan Publik

mkirimenu_2018-01-26-104911.gif
mkirimenu_2018-01-26-104958.png
mkirimenu_2018-01-26-105029.png

Bapeten Link

mkirimenu_2018-01-26-105102.png
mkirimenu_2018-01-26-105119.png
mkirimenu_2018-01-26-105136.png
mkirimenu_2018-01-26-105151.png
mkirimenu_2018-01-26-105207.png
mkirimenu_2018-11-15-104059.png

Peta Pemanfaatan Tenaga Nuklir

mkirimenu_2018-01-26-105624.png

Survei

mkirimenu_2018-01-26-105420.png
mkirimenu_2018-01-26-105524.jpg

Video

Bimbingan Teknis Sistem Kesiapsiagaan Dan Penanggulangan Kedaruratan Nuklir Kementerian Pertahanan
Kembali
small_thumb_2019-05-06-144745.jpg

Menindaklanjuti hasil pertemuan dalam seminar nasional di Kementerian Pertahanan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dalam rangka membangun Kemampuan Kesiapsiagaan Nuklir dan Keamanan Nuklir Indonesia, untuk kali pertama menyelenggarakan kegiatan Bimbingan TeknisKesiapsiagaan dan Penanggulangan Kedaruratan Nuklir kepada personil satuan di Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

imgkonten

imgkonten

Adanya tantangan berupa aksi terorisme dengan penggunaan bahan radioaktif, illicit trafficking dan potensi terdampak ujicoba senjata nuklir atau kecelakaan reaktor nuklir yang berasal dari negara lain menjadi ancaman yang harus diantisipasi oleh Indonesia. Hal tersebut memerlukan penanganan dan dukungan spesifik dari pihak terkait dalam membangun sistem kesiapsiagaan dan keamanan nuklir nasional. Oleh sebab itu, BAPETEN melalui Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN) menyelenggarakan bimbingan teknis yang diikuti oleh 35 personil Kementerian Pertahanan yang terdiri dari Kesatuan KEMHAN 14 personil, PUSKES TNI 2 personil, BAIS TNI 3 personil, PUSKESAD 5 personil, DISKESAL 3 personil, DISKESAU 2 personil, PASKHASAU 1 personil, YONKES MARINIR 2 personil, KES KOSTRAD 1 personil, dan DIRZIAD 2 personil.

Bimbingan Teknis dibuka secara resmi oleh Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Ir. Dedik Eko Sumargo didampingi oleh Kepala Subdirektorat Kesiapsiagaan Nuklir Toto Heryanto. Dalam pembukaannya disampaikan Dedik“kegiatan bimbingan teknis kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan nuklir ini merupakan salah satu implementasi pilar dari I-CoNSEP yaitu peningkatan capacity building terhadap SDM dari pemangku kepentingan terkait yang diselenggarakan melalui penyampaian materi dan demo dari instruktur BAPETEN yang spesifik terfokus pada isu medis dengan persepsi tidak untuk personil penanggap awal (First Responder) dalam penanggulangan kedaruratan nuklir.”

imgkontenimgkonten

Acara yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 24-25 April 2019. Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari ini, dilaksanakan melalui penyampaian materi yang meliputi dasar-dasar pengawasan tenaga nuklir, pengenalan radiasi, efek biologi dan proteksi radiasi, pengenalan alat ukur radiasi (AUR), pengenalan alat pelindung diri (APD), managemen medis di TKP radiologi, serta transportasi dan penanganan medis di rumah sakit. Materi-materi tersebut disampaikan dengan tujuan pengenalan manfaat dan risiko tenaga nuklir serta penanggulangan kedaruratan nuklir, sehingga peserta dapat memahami ancaman yang timbul dari kedaruratan nuklir/radiasi terutama dari sisi bidang medis.

Pada kesempatan kali ini, Kebijakan Kesiapsiagaan Nuklir dan Keamanan Nuklir Nasional, serta program nasional Indonesia-Radiation Data Monitoring System (I-RDMS) juga diperkenalkan pada peserta bimbingan teknis. Program I-RDMS ini adalah salah satu bagian dari Nuclear Early Warning System (N-EWS) yang mencakup wilayah seluruh NKRI, serta salah satu bentuk implementasi dari keikutsertaan Indonesia dalam Convention on Early Notification of a Nuclear Accident dan Convention on Assistance on the Case of a Nuclear or Radiological Emergency.

imgkonten

imgkonten

Selain itu, demo penggunaan dan pembukaan APD serta penanganan medis korban kedaruratan di TKP radiologi disimulasikan untuk memberikan gambaran singkat terhadap proses dan tahapan penanggulangan kedaruratan nuklir.

Acara ditutup oleh Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir, Ir. Dedik Eko Sumargo dalam sambutannya menyatakan harapannya agar koordinasi dan kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan kedepan dapat terus berkelanjutan dan dapat meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan dan keamanan nuklir nasional. Acara diakhiri dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan pembinaan teknis. (dkkn/aa/;bhkk/sp).

imgkonten


Komentar (0)


Tautan Lembaga Pemerintah Non Kementrian

mbawahmenu_2018-01-26-112824.pngmbawahmenu_2018-01-26-112839.pngmbawahmenu_2018-01-26-112853.pngmbawahmenu_2018-01-26-112908.pngmbawahmenu_2018-01-26-112923.pngmbawahmenu_2019-02-25-144747.pngmbawahmenu_2018-01-26-113002.png